Selasa, 04 Oktober 2011

Kisah Penyanyi Rock Inggeris Masuk Islam.....

(Cat Stevens – Yusof Islam)
Cat Stevens yang bertukar menjadi Yusof Islam, masuk Islam kerana sebuah buku “Terjemahan Al-Qur’an”, yang diterjemahkan oleh A. Yusof Ali.
Abang Cat Stevens adalah seorang paderi yang cukup kuat Kristiannya. Tiba-tiba abangnya masuk Islam. Pada mulanya Cat Stevens terkejut, dia terfikir bagaimanakah seorang paderi boleh masuk Islam. Akhirnya dia menyimpulkan bahawa abangnya jenis orang gila, sekejap kuat agama Kristian, kemudian menjadi penganut agama Islam pula.
Cats Stevens terus menjalani hidupnya sebagai seorang penyanyi, sibuk dengan pertunjukan pentas sana sini. Pada satu hari, ketika hari jadinya, abangnya yang telah masuk Islam datang ke rumahnya ketika Cat Stevens sedang mengadakan parti hari jadinya. Abangnya mengucapkan selamat hari jadi dan terus menghadiahkan satu bungkusan dan berkata “Benda ini benda suci, tolong letakkan di tempat suci dan jangan kamu hina.” Dia pun ambil dan letakkannya di meja bilik tidurnya.
Setelah habis pesta hari jadinya ketika dia mahu tidur, dia teringat dengan bungkusan yang diberikan oleh abangnya. Apabila dia buka bungkusan tersebut, itulah pertama kali dia terlihat sebuah buku dengan perkataan di kulitnya THE HOLY QU’RAN (Kitab Suci Al-Qur’an). Apabila dia melihat sahaja kitab itu dia terasa sesuatu yang ganjil dalam hatinya.
“Aku buka buku dan aku cuba baca maknanya yang terdapat dalam Bahasa Inggeris, dari satu perkataan ke satu perkataan, dari satu ayat ke satu ayat, aku baca! Baca! Baca! Aku terasa satu macam dalam diriku. Aku tak tahu bagaimana nak gambarkannya tetapi aku memang rasa satu macam. Bermula dari situ, ke mana saja aku pergi, baik ke pertunjukkan pentas atau latihan muzik atau ke mana saja, aku bawa buku itu, aku bawa dalam beg pakaianku. Apabila selesai pertunjukkan pentas, balik ke hotel aku akan sambung baca. Begitulah dari semasa ke semasa.”
Akhirnya Cat Stevens memasuki agama Islam dan menjadi penganut agama yang begitu taat sehingga dia menjadi pendakwah Islam pula sehingga sekarang ini. Namanya Cat Stevens juga ditukar kepada Yusof Islam.
Begitulah keadaannya apabila seseorang itu memahami Islam sebelum masuk Islam. Dia memahami setiap seelok-belok dan hukum Islam serta hati sanubarinya benar-benar yakin dengan Islam, barulah dia masuk Islam. Apabila sudah yakin, imannya tidak bergoyang.

ADDINU 'INDALLAHHUL ISLA......

NASHRUDDIN ELZIMA

Islam Itu Indah: Kisah Yusuf Islam....

Seminggu terakhir ini saya cukup banyak membaca cerita-cerita mengenai perjuangan para syuhada, para mualaf, dan Islam secara umum. Nah disini saya ingin lebih membahas tentang seniman dari Inggris yang sekarang mengabdi kepada Islam.
Ya dialah Yusuf Islam, nama asli pentasnya adalah Cat Steven. Dia adalah orang Inggris, yang dimana merupakan penyanyi yang cukup terkenal pada masanya (sekitar akhir 60an dan awal 70an). Salah satu lagu yang saya sukai adalah ‘Father and son’ (silahkan lihat di sini untuk versi sebelum ia masuk Islam, dan di sini ketika dia sudah memeluk Islam).
Dan kenapa Cat Steven berpindah kepada Islam? Inilah hal yang menarik. karena disaat dia dekat dengan kematiannya ia mendapat pertolongan tuhan. Di sini (latar belakang Yusuf Islam dan keislamannya) diceritakan bahwa ketika dia sedang berlibur di malibu (1975), dia terseret ombak ketika berenang di pantai. Dan dalam keadaan yang timbul-tenggelam itu, ia berkata “Oh God! If you save me, I’ll work for you”, dan secara perlahan-lahan ombak itu mengantarnya kembali ke pantai. Dan akhirnya dia mulai mencari tuhan, sampai suatu saat saudara kandung dia memberikan terjemahan dari Alquran kepada dia. Dan dari situlah ia menyadari akan keindahan Islam. Dan Alhamdulillah ia mulai memeluk Islam pada tahun 1977, dan menukar namanya menjadi Yusuf Islam pada tahun 1978.
Kenapa memilih nama Yusuf? seperti pernyataan dia dalam video yang sama seperti di atas (Video ini sangat dianjurkan untuk dilihat, dan ini bisa menginspirasimu menuju jalan Allah swt), ia sangat menyukai kisah Nabi Yusuf dalam Alquran (Joseph dalam versi Inggrisnya), sehingga ia memilih nama tersebut.
Dan sekarang beliau mendedikasikan dirinya dalam dunia pendidikan, kedamaian dunia, dan juga masih berkecimpung dalam bidang seni (penyanyi). Dan karya-karya lagu islaminya yang terkenal antara lain: A is for Allah (Lagu ini sangat dihimbau untuk didengar, dan eksplor lagu islami lainnya dari Yusuf Islam), if you ask me, I Look I See.
Terakhir (satu minggu lalu) saya membaca tentang Pete Doherty (vokalis Band Babyshambles) ketika di penjara juga membaca terjemahan tentang AlQuran, dan dia sekarang memeluk Islam (semoga kabar ini memang benar adanya). Saya harap Pete dapat seperti Yusuf Islam, yang memang teguh dalam pendiriannya dan pembaktiannya kepada Islam. Amin. (sumber Pete: detik, alarabiya.net )
Kesimpulan
Kenapa orang yang terlahir dengan latar belakang bukan Islam dan ketika menjadi Islam dapat begitu mencintainya, mempelajari Alquran, membaca terjemahannya, dan mengaplikasikannya? Kenapa kita yang memang terlahir dari kalangan Islam tidak/susah melakukan itu?
Mari, mulai sekarang kita mendekatkan diri kepada Allah swt. Karena sesungguhnya pertolongan dan perlindungan hanyalah dari-Nya.
1. Disini saya kepilkan instalasi ringan (4.71 Mb) untuk terjemahan seluruh isi AlQuran yang berjumlah 114 surah (beserta ayat arabnya), lengkap dengan cerita para ahli hadits, artikel tentang hadits, kumpulal hadits dari shahih muslim dan 1100 hadits terpilih. (sumber: dari sini)
2. Dan disini versi web untuk terjemahan seluruh isi AlQuran. Tapi hanya terjemahan tanpa ayat.
3. Disini tentang salat fardu, bersucinya, tata cara, dzikirnya.

sejarAH KOta LHOKSEUMAWEEEeeee.............


Sejarah Kota Lhokseumawe

 Asal Kata Lhokseumawe adalah "Lhok' dan 'Seumawe". Lhok artinya dalam, teluk, palung laut, dan Seumawe artinya air yang berputar - putar atau pusat mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan Sekitarnya.
Sebelum abad ke XX negeri ini telah diperintah oleh Uleebalang Kutablang. Tahun 1903 setelah perlawanan pejuang aceh terhadap penjajah Belanda melemah, Aceh mulai dikuasai. Lhokseumawe menjadi daerah taklukan dan mulai saat itu status Lhokseumawe menjadi Bestuur Van Lhokseumawe dengan Zelf Bestuurder adalah Teuku Abdul Lhokseumawe tunduk dibawah Aspiran Controeleur dan di Lhokseumawe berkedudukan juga Wedana serta Asisten Residen atau Bupati.
Pada Dasawarsa kedua abad ke XX itu, diantara seluruh daratan Aceh, salah satu pulau kecil luas sekitar 11 Km2 yang dipisahkan Sungai Krueng Cunda diisi bangunan - bangunan Pemerintah Umum, Militer dan Perhubungan Kereta Api oleh Pemerintah Belanda. Pulau kecil dengan desa - desa Kampung Keude Aceh, Kampung Jawa, Kampung Kutablang, Kampung Mon Geudong, Kampung Teumpok Teungoh, Kampung Hagu, Kampung Uteuen Bayi, dan Kampung Ujong Blang yang keseluruhannya baru berpenduduk 5.500 jiwa secara jamak di sebut Lhokseumawe. Bangunan demi bangunan mengisi daratan ini sampai terwujud embrio kota yang memiliki pelabuhan, pasar, stasiun kereta api dan kantor - kantor lembaga pemerintahan.
Sejak Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintahan Negara Republik Indonesia belum terbentuk sistemik sampai kecamatan ini. Pada mulanya Lhokseumawe digabung dengan Bestuurder Van Cunda. Penduduk didaratan ini makin ramai berdatangan dari daerah sekitarnya seperti Buloh Blang Ara, Matangkuli, Blang Jruen, Lhoksukon, Nisam, cunda serta Pidie.
Pada tahun 1956 dengan Undang - undang DRT Nomor 7 Tahun 1956, terbentuk daerah - daerah otonom kabupaten - kabupaten dalam lingkup daerah Propinsi Sumatera Utara, dimana salah satu kabupaten diantaranya adalah Aceh Utara dengan ibukotanya Lhokseumawe.
Kemudian Pada Tahun 1964 dengan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Aceh Nomor : 34/G.A/1964 tanggal 30 Nopember 1964, ditetapkan bahwa kemukiman Banda Sakti dalam KEcamatan Muara Dua, dijadikan Kecamatan tersendiri dengan nama Kecamatan Banda Sakti.
Berdasarkan Undang - undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok - pokok Pemerintahan di Daerah, berpeluang meningkatkan status Lhokseumawe menjadi Kota Administratif, pada tanggal 14 Agustus 1986 dengan Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 1986 Pembentukan Kota Administratif Lhokseumawe ditandatangai oleh Presiden Soeharto, yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Soeparjo Roestam pada tanggal 31 Agustus 1987. Dengan adanya hal tersebut maka secara De Jure dan de Facto Lhokseumawe telah menjadi Kota Administratif dengan luas wilayah 253,87 Km2 yang meliputi 101 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan yaitu : Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, Kecamatan Dewantara, Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Blang Mangat.
Sejak Tahun 1988 gagasan peningkatan status Kotif Lhokseumawe menjadi Kotamadya mulai diupayakan sehingga kemudian lahir UU Nomor : 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001 yang ditanda tangani Presiden RI Abdurrahman Wahid, yang wilayahnya mencakup tiga kecamatan, yaitu : Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat.






Visi dan Misi

VISI KOTA LHOKSEUMAWE
Bersama Rakyat Kita Membangun dan Mewujudkan Kota Lhokseumawe yang Islami, Makmur, Sejahtera dan Beradat (Bersih, Aman dan Tertib).
Adapun penjelasan dari Visi tersebut diatas adalah :
1. Bersama rakyat kita membangn adalah keikut sertaan stakerholder dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan. Penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good governance), sehingga pemerintah bukan menjadi aktor tunggal dalam pelaksanaan pembangunan, tetapi peran dan partisipasi baik masyarakat maupun swasta saling mengisi dan bersinergi untuk mewujudkan visi Kota Lhokseumawe;
2. Mewujudkan Kota Lhokseumawe yang Islami adalah kehidupan masyarakat dan kehidupan berpemerintahan dilandasi nilai - nilai Agama Islam.
3. Beradat (bersih, aman, tertib) adalah kehidupan dan dinamika Kota Lhokseumawe yangselalu menampilkan kondisi bersih, aman dan tertib.
4. Makmur dan sejahtera adalah pembangunan yang dapat mewujudkan kesejahteraan yang dapat diukur dengan indeks pembangunan manusia (IPM)
MISI KOTA LHOKSEUMAWE
1. Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa barang dan jasa publik meliputi akses terhadap pelayanan air minum, kesehatan dan pendidikan;
2. Memperkuat dan meningkatkan Kapasitas dan Kinerja Pemerintahan yang berlandaskan pada prinsip yang Demokratis, Transpran, Akuntabel, Efektif, Efisien, Distributif dan Partisipatif;
3. Melakukan Deregulasi dalam rangka mendorong pemberdayaan masyarakat;
4. Mendorong pengembangan sektor - sektor ekonomi kerakyatan meliputi perdagangan, jasa, industri dan pariwisata guna memperluas kesempatan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat;
5. Meningkatan pembangunan politik masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
6. Meningkatkan sarana dan prasarana kota;
7. Menciptakan nuansa islami dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan berkarya












Lambang dan Arti

 





LAMBANG KOTA LHOKSEUMAWE
Bintang / Kubah Mesjid
Melambangkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pita Merah Putih
Melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Padi dan Kapas
Melambangkan Kemakmuran

Rumoh Aceh / Pintu Aceh
Melambangkan Ciri Khas Budaya Aceh



 

 

 

 

 

PENGESAHAN APBK LHOKSEUMAWE TAHUN 2010

Jumat, 29 Januari 2010 00:00 Administrator
Lhokseumawe, Ketua DPRK Lhokseumawe Saifuddin Yunus yang didampingi Walikota Lhokseumawe Munir Usman (kanan) Wakil I DPRK  Ir.Azhari nurdin (kiri)  mengesahkan RAPBK menjadi APBK Lhokseumawe Tahun 2010 yang berlangsung di ruang siding DPRK Lhokseumawe, Kamis(29/1) Humas Setdako.
Setelah mendapatkan evaluasi Gubernur Aceh terhadap Rancangan Qanun Kota Lhokseumawe tentang APBK Kota Lhokseumawe Tahun 2010 dengan Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor : 903-03 Tahun 2010, tanggal 29 Januari 2010. Kota Lhokseumawe mendapatkan urutan ke 7 dari 24 kabupaten /kota yang telah mendapat persetujuan gubernur Aceh.
Pengambilan keputusan pengesahan  APBK Lhokseumawe setelah mendapatkan persetujuan dari sejumlah fraksi diantaranya fraksi Partai Aceh, fraksi Partai Demokrat dan fraksi Koalisi dan juga gabungan komisi DPRK Lhokseumawe  terhadap Rancangan APBK Lhokseumawe Tahun 2010 untuk disahkan menjadi  qanun Kota Lhokseumawe tahun 2010, Pengambilan keputusan pengesahan qanun Kota Lhokseumawe yang langsung dipimpin oleh ketua DPRK Lhokseumawe Saifuddin Yunus yang berlangsung di ruang sidang DPRK Lhokseumawe, Kamis(29/1)
Anggaran pendapatan belanja kota Lhokseumawe dengan total belanja sebesar Rp.374.097.274.673,-  dengan rincian 196.693.658.831 yang diperuntukkan untuk aparatur pns, Pejabat Negara serta gaji dan tunjangan DPRK Lhokseumawe selebihnya Rp. 177.403.615.842., merupakan belanja public yaitu dalam bentuk belanja hibah, belanja bantuan keuangan, belanja bantuan sosial serta belanja tidak terduga.
Walikota lhokseumawe Muir Usman dalam pidatonya menegaskan kepada seluruh kepala SKPD agar sesegera mungkin untuk menyusun dokumen pelaksanaan Anggaran (DPA) SKPD, mempersiapkan dokumen tender atau lelang pengadaan barang dan jasa serta regulasi Pemerintah Kota yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program kegiatan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan yang telah dianggarkan dapat terlaksana sebagaimana mestinya, khususnya dengan kegiatan-kegiatan yang dilelang supaya dapat diumumkan secara serentak pada minggu ke empat bulan Februari  yang akan datang, sehingga bisa dapat memanfaatkan waktu yang cukup untuk pelaksanaannya.(Hsn)  

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 03 Februari 2010 05:28 )

Geografis

Secara Geografis Kota Lhokseumawe berada pada posisi 04° 54’ – 05° 18’ Lintang Utara dan 96° 20’ – 97° 21’ Bujur Timur, yang diapit oleh Selat Malaka. Kota Lhokseumawe memiliki luas wilayah 181,10 Km², yang secara administratif meliputi 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, Kecamatan Blang Mangat dan Kecamatan Muara Satu dengan batas – batas sebagai berikut :
v Sebelah Utara dengan Selat Malaka.
v Sebelah Barat dengan Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara.
v Sebelah Selatan dengan Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara.
v Sebelah Timur dengan Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara.
Banyaknya Desa : 62 Desa
Banyaknya Kelurahan : 6 Kelurahan.
Banyaknya Mukim : 9 Kemukiman.
Banyaknya Kecamatan : 4 Kecamatan.
Luas Wilayah :
o Kecamatan Blang Mangat : 56,12 Km2
o Kecamatan Muara Dua : 57,80 Km2
o Kecamatan Muara Satu : 55,90 Km2
o Kecamatan Banda Sakti : 11,24 Km2
Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Letak Geografis
No
Kecamatan
Letak Geografis
Jumlah
Pantai
Lembah
Lereng
Dataran
1
2
3
4
5
6
7
1.
2.
3.
4.
Blang Mangat
Muara Dua
Muara Satu
Banda Sakti
3
4
3
8
0
0
0
0
5
3
4
0
14
10
4
10
22
17
11
18

Jumlah
18
0
12
38
68


Penduduk

Tahun 2006 Penduduk Kota Lhokseumawe berjumlah tidak kurang dari 156.556 jiwa, terdiri dari 77.898 jiwa laki – laki dan 78.658 jiwa perempuan. Dengan demikian sex ratio penduduk Kota Lhokseumawe adalah 1,01 atau dalam setipa 100 jiwa penduduk laki – laki terdapat 101 jiwa penduduk perempuan.
Konsentarsi penduduk lebih banyak berada di Kecamatan Banda Sakti sebagai Pusat Pemerintahan Kota Lhokseumawe dan sekaligus masih merupakan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara. Penduduk di kecamatan ini mencapai 70.569 jiwa (45,08%) dari total penduduk Lhokseumawe, disusul oleh Kecamatan Muara Dua, penduduknya adalah 36.505 jiwa (23,32%) dan Kecamatan Muara Satu jumlah penduduk 30.930 jiwa (19,36%). Sementara penduduk yang paling sedikit adalah di Kecamatan Blang Mangat yaitu hanya 18.552 jiwa (11,85%)
Dibanding tahun 1996, penduduk Kota Lhokseumawe pda tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata – rata sebesar 0,87% / tahun. Pada tahun 1996, penduduk Kota Lhokseumawe masih berjumlah 145.233 jiwa. Dilihat secara kecamatan, pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi selama kurun waktu 1996 – 2006 terjadi di Kecamatan Blang Mangat. Pertumbuhan penduduk di kecamatan ini mencapai 2,97%. Di Kecamatan Banda Sakti pertumbuhan penduduk sebesar 0,83%, sedangkan di Kecamatan Muara Dua dan Muara Satu masing – masing pertumbuhan penduduk sebesar 0,43%.
KEADAAN DAN PERKEMBANGAN PENDUDUK KOTA LHOKSEUMAWE, TAHUN 1996-2006
NO
KECAMATAN
PENDUDUK TAHUN
PERTUMBUHAN
(%)
1996
2006
1.
2.
3.
4.
Banda Sakti
Muara Dua
Blang Mangat
Muara Satu
14.636
35.154
29.786
65.657
18.552
36.505
30.930
70.569
2,97
0,43
0,43
0,83

Jumlah
145.233
156.556
0,87
Dengan laju pertumbuhan sebesar 0,87% pertahun selama periode 1996 – 2006 (Lhokseumawe dalam angka 2006, BPS) dan diasumsikan tidak mengalami dinamika penduduk yang cukup extreme, maka pertumbuhan penduduk Kota Lhokseumawe pada tahun 2012 akan mencapai 164.908 jiwa.
PROYEKSI PENDUDUK KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2007 - 2012
NO
TAHUN
JUMLAH (JIWA)


1.
2.
3.
4.
5.
6.
2007
2008
2009
2010
2011
2012
157.918
159.292
160.678
162.076
163.486
164.908

PERTUMBUHAN RATA – RATA (%)
0,87

Tingkat kepadatan penduduk Kota Lhokseumawe secara rata – rata adalah 865 jiwa/Km2. namun distribusi penduduk dimasing – masing kecamatan relative tidak merata. Kecamatan Banda Sakti merupakan wilayah yang paling padat penduduknya, yaitu rata – rata mencapai 6.278 jiwa/Km2. sementara di Kecamatan Muara Dua, Blang Mangat dan Muara Satu masing – masing hanya didiami oleh 632 jiwa, 331 jiwa dan 553 jiwa per kilometer persegi.
Oleh karena itu, dengan proyeksi penduduk Kota Lhokseumawe pada tahun 2012 mencapai 164.908 jiwa, diperkirakan konsentrasi penduduk akan semakin lebih besar di Kecamatan Banda Sakti, kondisi ini berlaku apabila tidak diikuti oleh pengembangan permukiman dan pengembangan aktifitas – aktifitas ekonomi kewilayah – wilayah luar Kecamatan Banda Sakti.
TINGKAT KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2005
No
Kecamatan
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
Luas
Wilayah
(Km2)
Rata2 Kepadatan
Penduduk
(Jiwa/Km2)
1.
2.
3.
4.
Banda Sakti
Muara Dua
Blang Mangat
Muara Satu
70.569
36.505
18.552
30.930
11,24
57,80
56,12
55,90
6.278
632
331
553

KOTA LHOKSEUMAWE
156.556
181,08
865







                                         NASHRUDDIN