Minggu, 02 Oktober 2011

Jangan Pernah Menyerah........

Senyumnya tulus. Kata-katanya bertenaga. Ia menatap hidup dengan penuh pengharapan. Seolah tak ada kata putus asa dalam kamus kehidupannya. Pemahamannya tentang Islam cukup mendalam. Sebelum bertindak ia akan berpikir berulang kali, menimbang segala sisi maslahat dan mudharatnya. Saya bersyukur bisa mengenal sosok itu. Saya merasa banyak tercerahkan dan terinspirasi oleh laki-laki itu.
Baginya, hidup harus dijalani dengan penuh optimis. Tak boleh ada celah untuk pesimis. Jika hari ini cita-cita belum bisa diraih masih ada hari esok untuk berbuat. Begitulah, laki-laki itu selalu tampak mengembang senyum di setiap kali bertatap muka dengan orang lain.
Sebagai seorang suami, ia merasa tanggung jawab yang ia emban bukan main-main. Amanah harus dijalankan sebagaimana mestinya. Saat saya tanya bagaimana ia mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin membengkak, ia menjawab dengan senyumnya yang khas, "Selama kita berusaha, insya Allah, akan dibukakan jalan oleh Allah."
Dulu, sebelum menikah, ia sering mengajak saya berbagi ilmu dan pengalaman hidup. Sehingga dari seringnya interaksi itu, saya menggali banyak ilmu darinya. Dan itu berlansung sampai hari ini. Saya mengenal ia seorang yang cukup cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Walau dari sisi akademis, ia bukan termasuk yang cemerlang, yang bisa menyelesaikan kuliah S.2 tepat waktu, tapi itu tidak mengurangi rasa simpati dan kagum saya padanya. Saat ini ia tengah menempuh studi S.2 di sebuah Universitas ternama di Kairo. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, ia harus mengorbankan waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dengan bekerja setiap harinya.
Saat saya tanya, apakah ia tidak mendapat kiriman dari kampung, ia menjawab, "Abang malu meminta pada orang tua. Selagi masih bisa, abang tidak ingin memberatkan orang tua di rumah. Apalagi kondisi orang tua juga susah dan terkadang kekurangan."
Ah, seandainya ia tak terkendala dari sisi ekonomi, saya yakin kuliah S.2-nya tak akan macet, ia akan menyelesaikannya tepat waktu dengan hasil yang cemerlang. Tapi, semua sudah ditentukan oleh Sang Maha Pengatur. Sebagai hamba kita harus menjalaninya dengan penuh kelapangan dada dan tersenyum.
Kisahnya mengingatkan saya dengan beberapa sosok lain yang saya kenal. Kisah-kisah mereka begitu menggugah. Pengorbanan mereka begitu menyentuh hati saya.
"Cinta itu dibuktikan dengan pengorbanan. Jangan mudah katakan cinta, jika belum berani berkorban."
Diantara kisah cinta tersebut adalah, seorang suami yang mengalah merawat anak demi kelancaran dan kesuksesan studi istrinya. Atau istri yang mengalah tidak kuliah agar ia maksimal dalam merawat dan mendidik anak. Setelah sang suami menyelesaikan kuliah barulah istri melanjutkan kuliahnya. Jika mereka mengikuti sebuah idealisme, tentu mereka tidak akan mau mengorbankan cita-cita itu. Tapi demi sebuah kemaslahatan yang lebih besar dan untuk kebaikan pendidikan anak, mereka rela untuk menunda meraih cita-cita. Disitu pulalah nilai sebuah perjuangan dan pengorbanan yang kelak berbuah manis.
Dinatara mereka, mungkin dulu adalah orang-orang yang cemerlang di langit prestasi. Nama mereka menjadi sebutan banyak orang. Dipuja dan dimuliakan, namun kini itu semua seolah redup dan hilang. Orang tak lagi mendengar nama mereka. Tak lagi menyebut nama mereka. Bahkan orang-orang sudah melupakan diri mereka.
Dulu, mereka mungkin begitu ingin ideal setelah menikah. Urusan menjadi mudah, kuliah lancar dan masa depan cerah. Tapi, setelah mereka memasuki gerbang pernikahan mereka baru menyadari bahwa ujian kehidupan dimulai, perjuangan dan pengorbanan mereka akan dilihat dan dinilai.
Betapa banyak orang mungkin yang sukses membubuhkan nilai-nilai cemerlang di atas kertas. Namun keilmuwan, sikap, kata-kata dan interaksinya dengan orang banyak justru menjatuhkan nilai pribadinya. Ia tak dihargai bahkan dilecehkan. Pengakuan di atas kertas belum mampu membuktikan hakikat dirinya.
Dulu, mereka mungkin begitu berharap setelah menikah studi mereka akan lancar tanpa terkendala sedikitpun. Semua bayang-bayang yang enak-enak muncul dalam benak fikiran.
Tapi, saat mereka dalam suasana ujian, Allah berkehendak istri mereka hamil. Dan sebagai seorang suami yang paham akan kondisi istri, suamilah lah yang bertugas untuk mengurus rumah, memasak, mencuci sampai kondisi istri memungkinkan untuk mengerjakan tugas-tugas rumah. Betapa sulitnya untuk bisa belajar dengan tenang saat perut terasa tidak nyaman, bahkan hanya gara-gara mencium sesuatu yang menusuk di hidung, istri merasa mual dan ingin muntah.
Seperti yang pernah saya alami saat istri saya hamil sewaktu masa ujian. Belajar tidak bisa focus dan tenang, karena perut yang selalu terasa mual. Begitu juga saat dalam perjalanan ke kuliah untuk mengikuti ujian, terasa mual dan bahkan mau muntah di jalan. Dan saat duduk di ruang ujianpun demikian, kondisi perut yang tidak nyaman membuat fokus menjadi berkurang atau hilang. Atau disaat masa-masa ujian Allah mentakdirkan sang istri harus melahirkan. Sehingga persiapan ujian menjadi berantakan. Atau saat masa ujian, tiba-tiba si kecil terkena demam dan pada saat bersamaan suami-istri ujian, maka satu pihak, suami atau istri harus mengorbankan diri tidak ikut ujian.

Beruntung jika dalam hal biaya ada orang tua, keluarga, dan kerabat yang mau menanggung, membiayai setiap bulan. Saat butuh, tinggal telpon orang tua minta dikirimkan uang sehingga tidak perlu pontang-panting, mondar-mandir, pusing-pusing untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Sedangkan mereka yang tidak pernah sama sekali mendapatkan kiriman dari orang tua atau mertua, tidak mendapatkan beasiswa dan bantuan, kalaupun dapat tidak seberapa, harus mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan fikiran untuk mencari uang, demi mencukupi kebutuhan keluarga. Terkadang berangkat kerja pagi dan pulang di sore atau malam hari.
Lantas apakah keadaan ini membuat mereka menyesal dengan pilihan mereka menikah saat kuliah? Saya perhatikan, tidak ada sedikitpun goresan kesedihan dan penyesalan di wajah dan dalam rangkaian kata-kata mereka. Bahkan mereka sangat bahagia dan selalu tersenyum, bersemangat dan penuh optimis menjalani hidup.
Ustadz Ahmad yang setiap hari membuat bakwan, lalu mengantarkan ke rumah makan, selalu tampak tegar dan bersemangat. Bang Arjun yang setiap hari, di pagi harinya bekerja mencuci mobil dan sore harinya keliling dari rumah ke rumah untuk menjual kebutuhan sehari-hari seperti tahu, tempe, srei, toge, kerupuk dllnya selalu tampak gigih dan bersemangat.
Apakah mereka juga tidak ingin sukses seperti yang lain? Saya yakin, mereka juga ingin sukses di bangku kuliah. Ingin mendapatkan nilai-nilai cemerlang, namun kondisi yang mereka hadapi saat ini belum memudahkan langkah mereka mewujudkan keinginan itu.
Bahkan Ustadz Abdul Wahid, salah seorang kandidat Master di sebuah Universitas ternama, rela bekerja menjadi cleaning service di KBRI demi mencukupi kebutuhan keluarga. Ada juga yang berkeja di rumah makan sebagai tukang masak setiap hari, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore atau dari jam 3 siang sampai jam 12 malam.

Kalau mereka hanya duduk di rumah, menunggu rezki turun dari langit, menunggu seseorang datang di pintu rumah lalu menyodorkan sebuah amplop berisi berlembar-lembar uang dollar, tentu kondisi mereka tak akan berubah. Karena rezki itu tidak akan datang dengan angan-angan dan kemalasan, tapi harus dengan bergerak, berusaha dan bekerja keras.
Memang mereka tidak mendapatkan nilai-nilai istimewa di atas kertas. Tidak mendapatkan angka 8, 9 atau 10 di bangku kuliah. Bahkan mereka dinobatkan sebagai orang-orang yang gagal dalam studi. Tak punya prestasi yang bisa dibanggakan. Tapi dalam kehidupan lain, di dunia yang lain, nilai mereka begitu tinggi dan berharga. Bahkan mungkin mengalahkan orang-orang yang berprestasi di bangku kuliah. Jika orang-orang itu mendapatkan nilai dengan cara belajar yang tekun, menghafal dan menguasai teori keilmuwan, maka mereka telah menerapkan dalam keseharian mereka.
Bagaimana mereka bersabar menjalani hidup di tengah himpitan sulitnya ekonomi, di tengah beragam permasalahan, di tengah beragam desakan-desakan kebutuhan, bagaimana perjuangan mereka dalam mendidik istri dan anak serta memelihara keluarga dari api neraka, dstnya.
Di mata dan dalam hati orang-orang yang mencintai mereka, mereka memiliki nilai yang begitu berharga. Nilai kesabaran, nilai pengorbanan dan kerja keras serta nilai keuletan mereka. Di mata istri dan anak-anak mereka. Di mata Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin yang mengenal mereka. Yang menyadari dan merasakan hasil pengorbanan mereka untuk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.
Nilai ketaatan mereka pada Allah, nilai shalat 5 waktu berjamaah, nilai membaca dan mengamalkan al-Quran, nilai mencintai Rasul dan mengamalkan sunnah beliau, nilai mendidik istri, mendidik anak, nilai bekerja untuk menafkahi keluarga, nilai pengorbanan waktu, fikiran dan tenaga, dll-nya.
Semoga tulisan ini mampu mengetuk hati kita untuk tidak membiarkan rasa pesimis hinggap dalam diri dengan kondisi yang saat ini dihadapi. Yakinlah kesulitan itu akan berlalu, masa-masa susah itu tidak akan sia-sia jika kita lewati dengan jiwa perkasa dan hati yang teguh. Bahkan, kita akan menjadi orang-orang yang matang dan bijak melebihi usia kita. Kita hanya perlu menghadapinya dengan jernih dan hati yang mantap. Apa yang dulu yang pernah kita cita-citakan dalam hidup, yakinlah bahwa suatu saat nanti kita pasti bisa meraihnya. Percayalah akan kemampuan diri kita. Kita hanya perlu bersabar menjalani untuk sampai pada tujuan kita.
Sebenarnya mereka juga mampu seperti yang lain, yang sukses dalam studi. Hanya saja kondisi mereka saat ini tidak mempermudah jalan mereka kesana.
Tapi percayalah, jika hari ini kita belum bisa meraihnya, yakinkan diri bahwa esok kita pasti bisa meraihnya. Jika esok belum dapat diraih, jangan pesimis, selama kita masih hidup, selama kemauan itu masih kita jaga dan pertahankan, insya Allah suatu hari nanti, kita akan tampil juga di puncak kegemilangan seperti yang pernah kita dambakan dulu.
Sebuah ungkapan bertenaga semoga bisa memompa semangat kita, "Selama cita-cita dan kemauan keras untuk mencapainya masih Anda jaga, yakin dan percayalah bahwa suatu hari nanti cita-cita itu akan berada dalam genggaman Anda."
NB: Tulisan ini terinspirasi dari pertemuan penulis dengan seorang senior kemaren sore saat berkunjung ke rumah beliau. Sebuah pertemuan yang berkesan.
Wassalam,
NASHRUDDIN24@YAHOO.CO.ID

Sabtu, 01 Oktober 2011

Pesan Dan Nasihat Nabi Muhammad SAW Kepada Kaum Wanita

Banyak kisah-kisah keteladanan yang wajib kita contoh dan terapkan dari Rasulullah-Nabi Muhammad SAW bagi seluruh umat manusia,khususnya umat muslim.Berikut ini beberapa nasihat Rasulullah SAW untuk putrinda kesayangannya,Fatimah az-Zahra.Dari nasihat tersebut terungkap konsep kebahagiaan rumah tangga.
Suatu hari Rasulullah SAW menyempatkan diri berkunjung ke rumah Fatimah az-Zahra.Setiba dirumah putri kesayangannya itu,Rasulullah SAW berucap salam kemudian masuk.Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling syair (sejenis gandum) dengan penggilingan tangan dari batu.Seketika itu Rasulullah SAW bertanya,”Duhai Fatimah,apa gerangan yang membuat engkau menangis?.Semoga Allah tidak menyebabkan air matamu berderai.”
Jawab Fatimah,”Wahai Rasulullah…penggilingan dan urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan ananda menangis.”
Lalu duduklah Rasulullah SAW disisi Fatimah.Kemudian Fatimah melanjutkan,”Duhai Ayahanda,sudikah kiranya Ayah minta kepada Ali,suamiku,mencarikan seorang jariah (hamba perempuan) untuk membantu ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan rumah?”.
Maka bangkitlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu.Dengan tangannya,beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca Basmalah.Ajaib..!!,dengan ijin Allah penggilinan tersebut berputar sendiri.
Sementara penggilingan itu berputar,Rasulullah SAW bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa,sehingga habislah bulir-bulir gandum itu tergiling.”Berhentilah berputar atas izin Allah SWT,” maka penggilingan itupun berhenti berputar.Lalu dengan izin Allah,penggilingan itu berkata-kata dalam bahasa manusia.
“Ya Rasulullah SAW..,demi Allah yang telah menjadikan Tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya.Kalaulah Tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga barat pun niscaya hamba akan gilingkan semuanya.Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT,‘Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya (dari) manusia dan batu.Penjaganya para malaikat yang kasar lagi keras,yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan’.Maka hamba takut ya Rasulullah…kelak hamba menjadi batu dalam neraka.”
Dan bersabdalah Rasulullah SAW,”Bergembiralah,karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-Zahra didalam surga”.Maka bergembiralah penggilingan batu itu,kemudian diamlah ia.Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada Fatimah,”Jika Allah SWT menghendaki,niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu.Tapi Allah menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu,dan diangkat-Nya beberapa derajat untukmu.Wanita yang menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya,Allah SWT menuliskan setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat”.
Lalu Rasulullah meneruskan nasihatnya,“Wahai Fatimah,wanita yang berkeringat ketika menggiling gandum untuk suaminya..,Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh parit.Wanita yang meminyaki dan menyisir rambut anak-anaknya serta mencuci pakaian mereka..,Allah mencatat pahala seperti orang yang memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang telanjang.Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya..,Allah akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar dihari kiamat”.
Rasulullah SAW masih meneruskan,“Wahai Fatimah,yang lebih utama dari semua itu adalah keridaan suami terhadap istrinya.Jika suamimu tidak rida,aku tidaklah mendoakan kamu.Tidaklah engkau ketahui,rida suami adalah rida Allah SWT,dan kemarahan suami adalah kemarahan Allah SWT?”.
“Apabila seorang wanita mengandung janin,beristighfarlah para malaikat,dan Allah mencatat tiap hari seribu kebaikan dan menghapus seribu kejahatan.Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan..,Allah mencatat pahala seperti orang-orang yg berjihad.Apabila ia melahirkan,keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaan saat ibunya melahirkannya.Apabila ia meninggal,tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun.Kelak akan didapati kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga,dan Allah mengaruniakan pahala seribu haji dan seribu umroh.Dan beristighfarlah seribu malaikat sampai hari kiamat “.
“Wahai Fatimah,wanita yg melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar..,Allah SWT menghapuskan dosa-dosanya.Dan Allah SWT akan mengenakannya seperangkat pakaian hijau,dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan.Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya,Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat”.
“Wahai Fatimah,wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring,atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati..,berserulah para malaikat untuknya,”Teruskanlah amalmu,maka Allah SWT telah mengampunimu dari dosa yang lalu dan yang akan datang.”
“Wahai Fatimah,wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya,serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya,Allah SWT memberinya minuman dari sungai-sungai surga.Allah SWT meringankan sakaratul mautnya,dan kuburnya akan menjadi taman-taman disurga.Allah SWT akan menyelamatkan dari api neraka,selamat dari titian sirathalmustakim”.

nasehat RASULULLAH SAW. kpd putri kesayangannya FATIMAH AZ-ZAHRA.............

Suatu hari Rasulullah S.A.W menyempatkan diri berkunjung kerumah Fatimah az-zahra. Setiba dikediaman putri kesayangannya itu, Rosulullah berucap salam & kemudian masuk. Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling Syaiir ( Sejenis Gandum ) dengan penggilingan tangan dari batu. Seketika itu Rosul bertanya kepada putrinya.
“ Duhai Fatimah, apa gerangan yang membuat engkau menangis ? Semoga Allah tidak menyebabkan matamu berderai.”
Fatimah menjawab. “ Wahai Rosulullah, Penggilingan dan Urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan Ananda menangis.”

Kemudian duduklah Rosulullah S.A.W disisi Fatimah. Kemudian Fatimah melanjutkan. “ Duhai Ayahanda, sudikah kiranya Ayah meminta kepada Ali, suamiku. Mencarikan seorang Jariah ( Hamba Perempuan ) untuk membantu Ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerja’an Rumah ?”.

Maka bangkitlah Rasulullah S.A.W mendekati penggilingan itu. Dengan tangannya beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca BASMALLAH. Ajaib dengan seizing ALLAH S.W.T. penggilingan tersebut berputar sendiri. Sementara penggilingan itu berputar, Rasulullah bertasbih kepada ALLAH S.W.T dalam berbagai bahasa, sehingga habislah gandum itu tergiling.. “ Berhentilah berputar dengan izin ALLAH S.W.T.” maka penggilingan itu berhenti berputar.

Lalu dengan izin ALLAH pula penggilingan itu berkata dengan bahasa manusia.” Yaa.. Rasulullah, demi ALLAH yang telah menjadikan tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-nya. Kalaulah tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga kebaratpun niscaya hamba gilingkan semuanya, Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab ALLAH S.W.T. “ Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai ALLAH terhadap apa yang dititahkannya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkannya. Maka hamba takut yaa.. Rasulullah kelak hamba menjadi batu dineraka.”

Dan bersabdalah Rasulullah.” Bergembiralah, karena engkau adalah salah satu Mahligai Fatimah az-zahra didalam surga. Maka bergembiralah penggilingan batu itu.

Lalu Rasulullah bersabda.

” Jika ALLAH menghendaki,niscaya penggilingan itu akan berputar dengan sendirinya untukmu. Tapi ALLAH menghendaki dituliskan-nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan-nya beberapa kasalahanmu. Dan diangkatnya beberapa derajat untukmu bila wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. Dan ALLAH menuliskannya setiap gandum yang digilingkannya SATU kebaikan dan mengangkatnya SATU derajat “

Kemudian Rasulullah meneruskan nasehatnya.

” Wahai Fatimah, wanita yang berkeringat. Ketika wanita menggiling gandum untuk suami dan anaknya. ALLAH akan menjadikan antara dirinya dan Neraka tujuh parit. Wanita yang meminyaki dan menyisiri rambut anaknya, serta mencuci pakaian mereka. ALLAH akan mencatat pahala seperti memberi seribu orang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang telanjang. Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetanga-tetangganya, ALLAH akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar diahari kiamat.”

Rasulullah S.A.W masih meneruskan nasehatnya..

” Wahai Fatimah yang lebih utama dari semua itu adalah keridha’an Suami terhadap Istrinya. Jika suamimu tidak Ridha, aku tidaklah akan mendoakanmu. Tidakkah engkau ketahui, Ridha Suami adalah Ridha ALLAH S.W.T, dan kemarahannya adalah kemarahan ALLAH S.W.T ?”

Apabila seorang wanita mengandung Janin, Maka beristigfarlah para malaikat. Dan ALLAH mencatat Tiap – tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan seribu kejahatan.
Apabila ia mulai sakit karena melahirkan, ALLAH akan mencatat seperti pahala orang-orang yang berjihad.
Apabila ia Melahirkan, keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadan sa’at ibunya melahirkannya.
Apabila ia Meninggal dalam melahirkan ia meninggalkan dunia ini tanpa dosa sedikitpun. Kelak ia akan mendapati kuburnya tersebut sebagai taman-taman surga. Dan ALLAH mangaruniakan pahala seribu haji dan seribu umrah. Dan beristigfarlah seribu malaikat untuknya dihari kiamat.

” Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta dengan niat yang benar. ALLAH S.W.T menghapuskan dosa-dosanya. Dan akan mengenakan seperangkat pakaian hijau, dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan ( setiap helai seribu kebaikan ).. Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya, ALLAH memandangnya dengan pandangan Rahmat.

.” Wahai Fatimah, wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring atau menata rumah dengan baik untuk suami dan anaknya, berserulah para malaikat untuknya. Teruskanlah Amalmu, maka ALLAH telah mengampunimu dari dosa yanglalu maupun yang akan datang.”

.” Wahai Fatimah, wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya, serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya, ALLAH memberinya minuman dari sungai – sungai surga. Dan kuburnya akan menjadi taman di surga. Dan ALLAH menyelamatkannyadari api neraka, serta selamat dari titian Sirotulmustakim.

DARI ABDULLAH BIN AMR AL-ASH RA, ROSULULLAH BERSABDA.
“ DUNIA ADALAH SUATU KESENANGAN, DAN SEBAIK-BAIK KESENANGAN ADALAH WANITA YANG SHALEHAH.”
( H.R MUSLIM )

Sudahkah ANda BERkoMUnikaS! deNGan ALLAH........???????????


ketika AKHWAT jatuh CINTA..........=)



Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia...

Bukankah cinta adalah fitrah manusia???

Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???

Mereka juga punya hati dan rasa...

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...

Namun sebaliknya...

Ketika Akhwat Jatuh Cinta...

Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap...
Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi...

Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu…
Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai…
Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah…
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit…

Ketika Akhwat Jatuh Cinta…

Bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut…

Tak ada kata-kata cinta dan rayuan…

Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya…

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh…

Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya…
Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mereka lakukan...

Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta…
Karena yang ada adalah penderitaan…

Tapi ukhti…
Bersabarlah…
Jadikan ini ujian dari Rabbmu…

Matikan rasa itu secepatnya…
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia…
Pasang duri dalam hatimu, agar rasa itu tak tumbuh bersemai…
Cuci dengan air mata penyesalan akan hijab yang sempat tersingkap...

Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah hanya padaNya…
Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu…

Ukhti… Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya…

Karena bila memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu…

Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu…

Ukhti… Bersabarlah… Biarkan Allah yang mengaturnya...
Maka yakinlah... Semuanya akan baik-baik saja…

Semua Akan Indah Pada Waktunya…

PertanYAAN niii Loe Pilih mana??? ; Nikah atau Zina??

Idih, ngeri bin serem! Nashruddin Pilih nikah dong! Aman dan dapat pahala. Iya, nggak? Tapi sebentar, kita kan masih sekolah {mAcih SMK}, masak mau nekat nikah, sih? Ya, itu persoalannya.
Jadi begini sobat, tadi kita sudah sepakat bahwa tak ada istilah pacaran islami. Betul, kan? Terus kamu juga sudah tahu bagaimana mengendalikan cinta. Masalahnya sekarang tak ada jalan lain bila kamu tetap ngotot ingin menyalurkan ‘aspirasi’ kamu kepada lawan jenis kecuali nikah. Nikah adalah sarana legal dan aman secara syar’i untuk menumpahkan kasih sayang kita seutuhnya kepada lawan jenis kita. Firman Allah SWT.:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar Ruum: 21)

Bahkan Al Quran juga menyisipkan larangan untuk berbuat zina. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al Isra: 32).
Inilah Al Quran pedoman yang paripurna yang bakal menyelamatkan kita.
Nah, itu memang tuntunan Al Quran. Tapi lain lagi dengan tuntunan para selebriti yang telah menancapkan pengaruhnya lewat perilaku hidupnya. Selebriti mana sih yang bersih dari perbuatan ini? Masih ragu-ragu menunjuk selebriti mana yang alim. Bukan apa-apa, ketika ia memilih karir dan ‘pekerjaan’ sebagai artis, sejak saat itulah ia mulai melangkah meninggalkan ajaran Islam yang suci. Terus terang, sudah menjadi rahasia umum kan bila mayoritas kehidupan kaum selebritis akrab dengan kemaksiatan.

Celakanya, remaja sekarang justeru mencontek abis gaya hidup artis pujaannya. Termasuk sebagian anak masjid, lho. Disinilah perlunya pemahaman Islam. Kembali ke urusan cinta. Memang bila kamu tetap ngotot ingin berkasih-sayang dengan putri pujaan kamu. Atau untuk yang putri dengan ‘Arjuna’ pilihannya. Ya, sudah, nikah saja. Habis perkara. Iya, nggak?

Kalo ternyata masih mikir-mikir karena masih sekolah. Mendingan keinginan itu ‘dikubur’ dulu untuk sementara. Kamu fokuskan dulu belajar. Tapi ingat, jangan coba-coba nekat untuk ‘mendekati’ kekasihmu dengan cara pacaran.

Soalnya  Cihh, pacaran itu adalah pintu gerbang menuju perzinaan. Makanya, NAsh KhawaTIR  banget Ne, jangan sampai kamu ngotot melakukan aktivitas baku syahwat yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Jadi sekali lagi, pacaran islami itu nggak ada dalam kamus ajaran Islam. Kalaupun boleh mengatakan, ada sih ‘pacaran islami’, yakni nikah dulu! Begitu, Non!!!!
  ea ga'????


nIKah youk............!!!!

 hahahaha!!!!

Hukum Pacaran ....... =(

<3

(Lihat Hirâsatul Fadhîlah oleh Syaikh Bakr Abu Zaid, hal. 94-98). Sebagaimana firman-Nya, artinya, "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isrâ': 32).

Setelah memerhatikan ayat dan hadits di atas, maka tidak diragukan lagi bahwa pacaran itu haram, karena beberapa sebab berikut:
  1. Orang yang sedang pacaran tidak mungkin menundukan pandangannya terhadap kekasihnya. Awal munculnya rasa cinta itu pun adalah dari seringnya mata memandang kepadanya.
  2. Orang yang sedang pacaran tidak akan bisa menjaga hijab.
  3. orang yang sedang pacaran biasanya sering berdua-duaan dengan kekasihnya, baik di dalam rumah atau di luar rumah
  4. Wanita akan bersikap manja dan mendayukan suaranya saat bersama kekasihnya
  5. Pacaran identik dengan saling menyentuh antara laki-laki dengan wanita, meskipun itu hanya jabat tangan.
  6. Orang yang sedang pacaran, bisa dipastikan selalu membayangkan orang yang dicintainya.
Perhatikan kembali etika pergaulan dengan lawan jenis dalam Islam yang telah kami sebutkan di atas. Berapa poin pelanggaran yang dilakukan oleh orang pacaran? Dalam kamus pacaran, hal-hal tersebut adalah lumrah dilakukan, padahal satu hal saja cukup untuk mengharamkan pacaran, lalu bagaimana kalau semuanya???